Welcome

Assalamu'alaikum, Selamat Datang Di Blog Ilmu Farmasi, Semoga Artikelnya Bermanfaat, Terimakasih Atas Kunjungannya

Ciri Makroskopik dan Mikroskopik Simplisia (I)


Ilmu Farmasi : Lihat juga : Ciri Makroskopik dan Mikroskopik Simplisia (II)

Ciri mikroskopis dan makroskopis simplisia atau Ciri Makroskopik dan

Mikroskopik Simplisia part I antara lain :


1. Curcuma xanthorhizza Rhizoma 
a. Organolepis :
kuning muda-kecoklatan, bau sedikit menyengat, rasa pahit. 


b. Makroskopik: 
Kuning pucat pada bagian dalam, coklat muda pada bagian luar, bentuknya bulat dan agak besar. 
c. Mikroskopik: 
Ciri kas anatomi jaringan ini yaitu adanya serabut sklerenkim dan rambut penutup. Namun anatomi yang dapat diamati oleh praktikan meliputi serabut sklerenkim, rabut penutup,berkas pembuluh dan butir pati.


2. Curcuma domestica Rhizoma 
a. Organolepis : 
Warna oranye kekuningan, dengan bau khas aromatik dan rasa agak hambar. 
b. Makroskopik: 
Kuning (Oranye cerah) pada bagian dalam, coklat pucat pada bagian luar, bentuknya bulat agak lonjong. 
c. Mikroskopik: Anatomi jaringan ini mempunyai ciri khas yaitu adanya parenkim, gumpalan sel, dan rambut penutup. Anatomi jaringan yang diamati praktikan meliputi pembuluh kayu, parenkim dan butir pati.


3. Languatis Rhizoma 
a. Organolepis : 
Warna kecoklatan, tidak berbau, rasanya hambar
b. Makroskopik: 
Warnanya coklat muda , berbentuk agak lonjong 
c. Mikroskopik: 
Anatomi jaringan ini mempunyai ciri yaitu memiliki jaringan berkas pembuluh. Anatomi jaringan yang dapat diamati praktikan meliputi parenkim dengan butir pati, jaringan berkas pembuluh, dan butir pati


4. C.aeruginosae Rhizoma (Rimpang Temu Hitam)
a. Organolepis : 
Warna kuning kecoklatan dengan bau aromatik dan rasa hambar 
b. Makroskopik: 
Warna kuning pucat pada bagian dalam dan berserat, coklat pucat pada bagian luar, bentuknya bulat agak lonjong.
c. Mikroskopik: 
Anatomi jaringan ini yang dapat diamati yaitu butir pati, perisperm perifer, parenkim dengan butir pati.


5. Vetiveriae zizanioides Radix (Akar Wangi)
a. Organolepis : 
Warna coklat muda, bau khas aromatik, rasa tidak berasa. 
b. Makroskopik : 
Akar berupa serabut kecil dan agak panjang berwarna coklat pucat kekuningan. 
c. Mikroskopik : 
Anatomi jaringan yang teramati yaitu parenkim, butir pati, parenkim sel minyak, dan serabut sklerenkim.


6. Zingiber officinalle (Rimpang Jahe)
a. Organolepis : 
Warna coklat muda dengan bau aromatik dan rasa pedas. 
b. Makroskopik: 
Warna kuning pucat pada bagian dalam dan berserat, coklat pucat pada bagian luar, bentuknya bulat agak lonjong.
c. Mikroskopik: 
Anatomi jaringan ini mempunyai ciri serabut, pembuluh kayu dan berkas pembuluh. Anatomi yang dapat diamati yaitu butir pati, serabut, parenkim dengan sel ekskresi, berkas pembuluh.


7. Z. purpurea Rhizoma (Rimpang Bangle)
a. Organolepis : 
Warna kuning, bau aromatik, rasa tidak berasa. 
b. Makroskopik: 
Berbentuk seperti akar-akaran yang agak besar, berserat
c. Mikroskopik: 
Anatomi jaringan yang dapat diamati meliputi pembuluh kayu, serabut xilem, dan putir pati.


8. Mirabilis Tuber (Umbi Bunga Pukul Empat)
a. Organolepis : 
Warna coklat, tidak berbau, rasa asin 
b. Makroskopik : 
Umbi berwarna coklat pusat dan berserat. 
c. Mikroskopik : 
Anatomi jaringan yang teramati yaitu hablur kalsium oksalat bentuk jarum (khas), butir pati, dan parenkim 


9. Kaemferiae Rhizoma (Rimpang Kencur)
a. Organolepis : 
Warna coklat kemerahan, bau khas aromatik, rasa hambar
b. Makroskopik : 
Rimpang bulat sembarang, kulit coklat dan bagian dalam berwarna putih pucat. 
c. Mikroskopik : 
Anatomi jaringan yang teramati yaitu pembuluh kayu dengan penebalan spiral, butir pati, parenkim dan sel minyak


10. Curcuma alba Rhizoma (Rimpang Kunyit Putih)
a. Organolepis : 
Warna putih agak kecoklatan, bau khas, dan rasa agak asin. 
b. Makroskopik : 
potongan melintak berbentuk lingkaran yang berserabut.
c. Mikroskopik : 
Anatomi jaringan yang teramati yaitu serabut sklerenkim, epidermis atas, butir pati.


11. Caesalpinia Cortex (Kulit Kembang Merak)
a. Organolepis : 
Warna coklat muda, bau aromatik, tidakk berasa
b. Makroskopik: 
Kulit kayu berwarna coklat muda dengan bintik hitam tersebar.
c. Mikroskopik: 
Anatomi jaringan ini yang dapat diamati yaitu parenkim dengan kristal, hablur kalsium oksalat, parenkim korteks 

12. Chinchona Cortex (Kulit Kina)
a. Organolepis : 
Warna coklat kemerahan, bau khas agak menyengat, rasa pahit. 
b. Makroskopik: 
Kulit kayu berwarna merah berserat membujur.
c. Mikroskopik: 
Anatomi jaringan ini mempunyai ciri khas serabut floem dan butir pati lepas. Anatomi yang dapat diamati praktikan yaitu parenkim, hablur pasir, gabus tangensial, dan butir pati lepas.

13. Alstoniae Cortex (Kulit Pule)
a. Organolepis : 
Warna coklat kekuningan, berbau harum, dan rasanya pahit. 
b. Makroskopik : 
Kulit kayu berwarna coklat tua dan bergelombang (bagian luar), bagian dalam halus dan berwarna coklat muda. 
c. Mikroskopik : 
Anatomi jaringan yang teramati yaitu serabut, sel batu, hablur kalsium olsalat, jaringan gabus dan butir pati.

14. Sappan Lignum (Kulit Secang)
a. Organolepis : 
Warna coklat muda, bau khas, rasa agak hambar. 
b. Makroskopik : 
Batangnya berwarna coklat-oranye berserat. 
c. Mikroskopik : 
Anatomi jaringan yang teramati yaitu serabut xilem, serabut pembuluh kayu.

15. Tinosporae Caulis (Batang Brotowali)
a. Organolepis : 
Warna coklat, bau aromatis, rasa sangat pahit. 
b. Makroskopik : 
Batang berwarna coklat keputihan agak pucat dan terdapat tonjolan kehitaman. 
c. Mikroskopik : 
Anatomi jaringan yang teramati yaitu parenkim, serabut, pembuluh kayu bernoktah, hablur kalsium oksalat

16. Cinamommum burmannii Cortex (Kulit Kayu Manis)
a. Organolepis : 
Warna coklat kemerahan, bau khas aromatik, rasa agak manis, rasa tidak berasa
b. Makroskopik : 
Kulit kayu berwarna coklat kemerahan dan biasanya menggulung. 
c. Mikroskopik : 
Anatomi jaringan yang teramati yaitu sel batu, serabut sklerenkim dan sel hablur kalsium oksalat

17. Santali Lignum (Kayu Cendana)
a. Organolepis : 
Warna coklat keoranyean, bau aromatik, rasa tidak berasa
b. Makroskopik : 
Batang berkayu kecoklatan
c. Mikroskopik : 
Anatomi jaringan yang teramati yaitu serabut, hablur kalsium oksalat, seludang hablur kalsium oksalat.

Sumber: jurnal ilmiah