Welcome

Ass wr wb, Selamat Datang Di Blog Ilmu Farmasi, Semoga Artikelnya Bermanfaat, Terimakasih Atas Kunjungannya

1-15 Artikel terbaru

Ciri Makroskopik dan Mikroskopik Simplisia (II)


Ilmu Farmasi : lihat juga : Ciri Makroskopik dan Mikroskopik Simplisia (I)

Ciri mikroskopis dan makroskopis simplisia atau Ciri Makroskopik dan Mikroskopik Simplisia part II antara lain :


18. Digitalis Folium (Daun digitalis)

a. Organolepis :
Warna hijau kehitaman, bau aromatik, rasa pahit
b. Makroskopik :

Daun coklat kehijauan, berserat kasar.

c. Mikroskopik :
Anatomi jaringan yang teramati yaitu trikoma dan glandular tricoma yang merupakan ciri khas dari simplisia ini.


19. Phylantii Herba (Herba Meniran)
a. Organolepis :
Warna coklat kehijauan, tidak berbau, rasa tidak berasa.
b. Makroskopik:
Batang kecil coklat muda dengan daun kecil coklat kehijauan,.
c. Mikroskopik:
Anatomi jaringan ini mempunyai ciri fragmen mesofil dan fragmen kulit biji. Anatomi yang dapat diamati oleh praktikan yaitu hablur kalsium oksalat, fragmen kulit buah, fragmen kulit biji


20. Sonchi Folium (Daun Tempuyung)
a. Organolepis :
Warna coklat kehijauan, berbau lemah, dan tidak berasa
b. Makroskopik :
Daun hijau tua, tulang daun menyirip, tepi daun bergerigi dan kasar.
c. Mikroskopik :
Anatomi jaringan yang teramati yaitu berkas pembuluh dan rambut penutup. Jika diamati dari gambar, berkas pembuluhnya mirip per. Hal inilah yang menjadikan berkas pembuluhnya merupakan ciri khas dari simplisia ini. Anatomi yang dapat diamati praktikan yaitu pembuluh dan epidermis atas.


21. Apii graveolens Folium (Daun Seledri)
a. Organolepis :
Warna coklat kehijauan , bau aromatik, dan rasa asin sedikit pedas, lama – lama timbul rasa tebal di lidah.
b. Makroskopik :
Daun coklat kehijauan, berbentuk seperti kipas dan tepi daun bergerigi.
c. Mikroskopik :
Anatomi jaringan yang teramati yaitu stomata, kristal kalsium oksalat, fragmen xilem dengan floem dan dengan penebalan cincin. 


22. Carica papaya Folium (Daun Pepaya)
a. Organolepis :
Warna hijau tua, bau aromatik, rasa agak pahit.
b. Makroskopik :
Daun berwarna hijau tua dengan tulang daun menjari.
c. Mikroskopik :
Anatomi jaringan yang teramati yaitu epidermis atas, hablur kalsium oksalat, fragmen mesofil.


23. Gynura Folium (Daun Dewa)
a. Organolepis :
Warna hijau-coklat, bau khas aromatik, rasa tidak berasa
b. Makroskopik :
Daun berwarna hijau-kehitaman, lonjong dan permukaan berbulu.
c. Mikroskopik :
Anatomi jaringan yang teramati yaitu rambut penutup,jaringan bunga karang, dan epidermis bawah


24. Andrographis paniculata Folium (Daun Sambiloto)
a. Organolepis :
Warna coklat kehijauan, bau agak menyengat, rasa sangat pahit.
b. Makroskopik :
Daun kecil berwarna hijau tua berserat.
c. Mikroskopik :
Anatomi jaringan yang teramati yaitu sistolit, fragmen epidermis, fragmen epidermis bawah, fragmen kulit buah.


25. Amomi Fructus (Buah Kapulaga)
a. Organolepis :
Warna putih abu kecoklatan, bau aromatik, rasa agak pedas.
b. Makroskopik :
Buahnya bulat, terdapat tonjolan garis membujur berwarna putih mengelilingi buah.
c. Mikroskopik :
Anatomi jaringan yang teramati yaitu epidermis luar tangensial, perikarp, hablur kalsium oksalat, dan endosperm


26. Caryophylli Flos (Bunga Cengkeh)
a. Organolepis :
Warna coklat muda, bau khas aromatik, rasa tidak berasa.
b. Makroskopik :
Bunga berbentuk silinder dengan ujung tajam, dan ujung yang lain, terdapat kelopak, berwarna coklat tua.
c. Mikroskopik :
Anatomi jaringan yang teramati yaitu serabut sklerenkim, calsium oksalat, sel batu dan sklereida


27. Piperis albi Fructus (Buah lada putih)
a. Organolepis :
Warna putih, bau khas, rasa pedas.
b. Makroskopik :
Bulat kecil berwarna putih
c. Mikroskopik :
Anatomi jaringan yang teramati yaitu kelompok sel batu, fragmen perisperm, butir pati.


28. Piperis nigri Fructus (Merica Hitam)
a. Organolepis :
Warna hitam, bau khas, dan rasanya pedas
b. Makroskopik :
Bulat kecil berwarna hitam
c. Mikroskopik :
Anatomi jaringan yang teramati yaitu jafragmen perisperm, fragmen mesokarp, butir pati.


29. Coffea Semen (Biji Kopi)
a. Organolepis :
Warna coklat tua-hitam, bau harum khas aromatik, rasa pahit.
b. Makroskopik :
biji bulat lonjong, berbentuk bulir, berwarna coklat kehitaman, bagian tengah terdapat belahan.
c. Mikroskopik :
Anatomi jaringan yang teramati yaitu sel batu, perisperm, vakuola.


30. Myristicae Semen (Biji Pala)
a. Organolepis :
Warna coklat muda, bau khas aromatik, rasa tidak berasa
b. Makroskopik :
Biji bulat lonjong, berwarna coklat muda bergelombang
c. Mikroskopik :
Anatomi jaringan yang teramati yaitu peristem sekunder, butir pati, endosperm, berkas pembuluh.


31. Amilum oryzae
a. Organolepis :
Warna putih, tidak berbau, tidak berasa
b. Makroskopik :
Hablur putih
c. Mikroskopik :
Anatomi jaringan yang teramati yaitu butir pati menggerombol.


32. Amilum manniho
t
a. Organolepis :
Warna putih , tidak berbau, tidak berasa.
b. Makroskopik :
Habur putih.
c. Mikroskopik :
Anatomi jaringan yang teramati yaitu butir pati sebagian besar tunggal, ada yang bergerombol dua atau tiga, hilus terlihat dan berbentuk lamda


33. Amilum maydis
a. Organolepis :
Warna putih , tak berbau, tek berasa.
b. Makroskopik :
Habur putih.
c. Mikroskopik :
Anatomi jaringan yang teramati yaitu butir pati ada yang bergerombol, ada yang tunggal, hilus terlihat.


34. Amilum metroxilon
a. Organolepis :
Warna putih, tak berbau, tak berasa.
b. Makroskopik :
Hablur putih
c. Mikroskopik :
Anatomi jaringan yang teramati yaitu butir pati tunggal, ada hilus dan lamela.



Sumber: jurnal ilmiah