Welcome

Assalamu'alaikum, Selamat Datang Di Blog Ilmu Farmasi, Semoga Artikelnya Bermanfaat, Terimakasih Atas Kunjungannya

Mana yang Lebih Baik untuk Diet, Protein atau Karbohidrat?

Selama ini karbohidrat sering menjadi ‘kambing hitam’ atas melonjaknya berat badan seseorang. Tak heran, banyak program diet yang memangkas asupan karbohidrat sebanyak-banyaknya demi mencapai berat badan yang prima. Ini cara yang benar?
Sebelum memutuskan untuk memangkas asupan karbohidrat harian Anda, ada baiknya simak kelebihan dan kekurangan dari zat ini dengan membandingkannya bersama pengaruh protein terhadap tubuh. Berikut adalah fakta di antara keduanya:

Karbohidrat
Kelebihan
Realitis saja, Anda pastinya membutuhkan asupan karbohidrat setiap hari. Zat ini memberikan Anda energi agar tubuh berfungsi dengan baik. Selain itu, karbohidrat juga membantu memenuhi rasa lapar Anda dan menjaga Anda dari makan yang berlebihan. Dengan mengkonsumsi karbohidrat dalam diet, tubuh Anda bisa mengeluarkan lemak sebagai lawan karbohidrat sebagai pembakaran energi. Hasilnya, Anda akan lebih mudah untuk menurunkan berat badan.
Kekurangan karbohidrat bisa membuat Anda sakit kepala karena kekurangan zat gula yang dihasilkan oleh karbohidrat. Selain itu, seperti yang sudah diketahui, gula merupakan salah satu sumber energi. Tanpa gula, Anda tidaklah berarti.
Kekurangan
Terlalu banyak mengkonsumsi karbohidrat bisa menyebabkan Anda kelebihan berat badan dan bisa menyebabkan penyakit jantung.

Protein
Kelebihan
Protein diperlukan untuk pertumbuhan dan perbaikan otot. Diet tinggi protein dapat membantu Anda tetap berisi tidak seperti ‘kantung kempis’ yang kendur. Bagi Anda yang berdiet, pastikan asupan protein hewani yang diperoleh hanya dari dada ayam.
Kekurangan
Mereka yang melakoni diet tinggi protein memiliki kecenderungan kekurangan serat karena jarang mengkonsumsi sayur-sayuran. Padahal, makanan berserat memiliki relevansi dengan kesehatan jantung. Apalagi lemak dari makanan berprotein seperti daging dan produk susu juga dapat menimbulkan kolesterol. Bukannya sehat, justru akan makin dekat dengan akhirat.
Mana yang Lebih Baik?
Anda akan tetap membutuhkan keduanya, sekalipun dalam diet yang ketat. Pasalnya, kedua zat tersebut memiliki peranan berbeda dalam menutrisi tubuh. Pastikan Anda mengkonsumsi sumber protein dengan asupan karbohidrat yang wajar. Jika salah satu di antaranya berlebihan, tidak mustahil akan meninggalkan resiko pada faktor kesehatan tertentu. Jangan lupa, imbangi diet Anda dengan makanan berserat tinggi. Selamat berdiet sehat!


NB : Khusus untuk area blog tab : INFO KESEHATAN yang ada di blog ini berasal dari berbagai web lain yang menurut saya penting untuk disebarkan, pada prinsipnya Tab info sehat ini hanya untuk menyebarkan info yang mungkin bermanfaat, trimakasih

Sumber : Indowebster

Blog Archive