Welcome

Assalamu'alaikum, selamat datang di Blog saya, semoga artikelnya jadi ilmu yang bermanfaat dan menjadi amal jariyah untuk penulis, aamiin. Terimakasih atas kunjungannya
Showing posts with label Pengujian sediaan. Show all posts
Showing posts with label Pengujian sediaan. Show all posts

Spektrofotometri UV-VIS

Spektrofotometri uv-sinar tampak, Spektroskopi uv-visible

Spektofometri UV sinar tampak adalah teknik analisis spektroskopik yang memakai sumber radiasi elektromagnetik ultra violet (190-380 nm) dan sinar tampak (380-780 nm) dengan memakai instrumen spektrofotometer. Spektrofotometer UV sinar tampak melibatkan energi elektronik yang cukup besar pada

Uji Toksisitas


Ilmu Farmasi : Macam macam jenis Uji Toksisitas : Uji Toksisitas Akut, Uji Toksisitas Sub Akut, Uji Toksisitas Kronik, Uji Toksisitas Kronik, Uji Efek Pada Organ Reproduksi, Uji Karsinogenik, dan Uji Mutagenik
Toksikologi adalah ilmu yang mempelajari mengenai efek toksik dari suatu senyawa kimia (obat). Produk atau sediaan obat harus memenuhi syarat khasiat (eficacy), bermutu (quality) dan aman (safety). untuk membuktikan khasiat maka dilakukan pengujan farmakologi, untuk mutu maka dilakukan pengujian karakteristik produk yang seharusnya diproduksi sesuai CPOB ; cGMP. sedangkan untuk keamanan dilakukan uji toksisitas, antara lain :

1. Uji Toksisitas Akut 
Uji toksisitas akut adalah pengujian yang dilakukan untuk mengetahui nilai LD50 dan dosis maksimal yang masih dapat ditoleransi hewan uji (menggunakan 2

Sterilisasi dan Metode Sterilisasi

Ilmu Farmasi : Artikel ini akan membahas mengenai sterilisasi dan metode sterilisasi atau macam macam sterilisasi, jenis jenis sterilisasi (seterilisasi panas lembab, sterilisasi panas kering, sterilisasi ultraviolet/EM, sterilisasi gas, filterisasi dan sterilisasi pengion/sinar gamma)

Steril adalah kondisi sediaan yang terbebas dari partikel asing non self, tidak terdapat/tercemar mikroorganisme serta memenuhi persyaratan yang menyatakan sediaan tersebut steril. Sterilisasi adalah

Contoh Alat dan Bahan Penelitian


1.            Bahan
Wortel (Daucus carota L.), stroberi (Fragaria x ananassa  L), cabai domba (Capsicum frutescens L.), cabai merah (Capsicum annum L.), jeruk nipis (Citrus aurantifolia), bawang merah (Allium cepa L.), bawang putih (Allium sativum L.), garam, gula, natrium benzoat, kloramfenikol, aquadest, Potato Dextrose Agar (PDA), Nutrien Agar (NA).

2.            Alat
            Alat titrasi, alat-alat gelas yang biasa digunakan dalam laboratorium, wadah untuk sambal (seperti botol), silika jel, termometer (Raksa), desikator, neraca analitik (Mettler toledo), kompor gas, blender (National), viskometer Brookfield (DV-I prime RV), oven (Memmert), vortex (Thermo), autoklaf (Tommy ES315), inkubator (Memmert).

Pengujian Makanan (Evaluasi sediaan)


Evaluasi sediaan meliputi banyak pengujian antara lain uji pH, penentuan total asam, penentuan kadar air, penentuan total padatan terlarut, penentuan viskositas, dan Angka Lempeng Total (ALT) mikroba, dll
1.      Uji pH
Penetapan pH dilakukan dengan menggunakan kertas pH indikator universal dengan cara mencelupkan alat kedalam sampel sediaan sambal, lalu tunggu sebentar sampai terjadi perubahan warna pada kertas indikator kemudian cocokkan dengan nilai pH rujukan yang tertera pada kotak indikator pH.
2.    Uji total asam
Pengujian ini ditentukan dengan metode titrasi. Sampel ditimbang sebanyak 10 gram, dimasukkan kedalam labu takar 250 ml, dan ditambahkan aquadest sampai volume 100 ml, diaduk hingga merata dan disaring dengan kertas saring, diambil filtratnya sebanyak 10 ml dan dimasukkan kedalam erlemeyer lalu ditambahkan phenolptalein 1 % sebanyak 2-3 tetes kemudian dititrasi dengan menggunakan NaOH 0,1 N, titrasi dihentikan setelah terbentuk warna merah muda yang stabil. Standarisasi NaOH menggunakan asam oksalat sebagai larutan baku (AOAC, 1984).
3.      Uji kadar air
Sebanyak 5 gram sampel dimasukkan ke dalam alumunium foil yang telah diketahui bobotnya. Kemudian alumunium berisi sampel ditaruh dalam wadah cawan porselen untuk dikeringkan dalam oven bersuhu 105°C hingga diperoleh berat yang konstan. Sampel didinginkan dalam desikator selama 30 menit lalu ditimbang kemudian dilakukan perhitungan kadar air (SNI 01-2891-1992).
4.      Uji total padatan terlarut