Welcome

Assalamu'alaikum, selamat datang di Blog saya, semoga artikelnya jadi ilmu yang bermanfaat dan menjadi amal jariyah untuk penulis, aamiin. Terimakasih atas kunjungannya
Showing posts with label Farmakognosi. Show all posts
Showing posts with label Farmakognosi. Show all posts

Sifat Fisika Kimia Karotenoid

Sifat Fisika Kimia Karotenoid dan stabilitas betakaroten
A. Sifat fisika dan kimia senyawa karotenoid
Menurut Association of Vitamin Chemistry, London dalam Erawati (2006:7) secara umum karotenoid mempunyai sifat fisik dan kimia sebagai berikut:

Jenis Jenis dan Manfaat Karotenoid

A. Jenis-jenis karotenoid
Karotenoid terdapat 2 jenis yaitu :
a. Karoten merupakan hidrokarbon atau turunannya yang terdiri dari beberapa unit isoprena (suatu diena).

Karotenoid dan β-karoten

Karotenoid yaitu kelompok pigmen yang berwarna jingga, merah atau kuning. Senyawa ini ditemukan tersebar luas dalam tanaman, buah-buahan dan hewan (Harborne, 1996:158).
β-karoten merupakan salah satu dari 600 komponen karotenoid yang banyak ditemukan dalam tanaman.

Kandungan dan Kegunaan Sawo Mentega

Kandungan dan Kegunaan Sawo Mentega (Pouteria campechiana)
A. Kandungan senyawa kimia
Bagian yang dapat dimakan hingga 70% dari berat buah. Hasil analisis kimia yang dilakukan di Kuba dan Filipina menunjukkan bahwa buah yang matang mengandung zat nutrisi per 100 g bagian yang dapat dimakan

Sawo Mentega (Pouteria campechiana)

klasifikasi dan deskripsi Sawo Mentega (Pouteria campechiana), Alkesa, Campole, 
sawo walanda, canistel, egg-fruits atau yellow sapote, dan tiesa.
Klasifikasi tanaman buah sawo mentega menurut Cronquist  hal XIV-XV (1981) dan Takhtajan hal 211-212 (2009) adalah:
Kerajaan            
:
Plantae
Divisi
:
Magnoliophyta
Kelas
:
Magnoliopsida
Anak kelas
:
Dilleniidae
Bangsa
:
Ebenales (Cronquist 1981:XIV-XV), Sapotales (Takhtajan, 2009:211-212)
Suku
:
Sapotaceae
Marga
:
Pouteria
Jenis
:
Pouteria campechiana (Kunth) Baehni
Sinonim
:
Lucuma nervosa (Morton, 1992:258)
Nama daerah   
:
Sawo mentega atau alkesa (Indonesia), campoleh atau sawo walanda (Sunda), canistel, egg-fruits atau yellow sapote (Inggris), dan tiesa atau canistel.
A. Klasifikasi dan deskripsi morfologi     
Bentuk hidup sawo mentega berupa pohon tegak tinggi 12-20 m, diameter batang 25-60 cm, kulit kayu bergaris atau berusuk, berwarna abu-abu cenderung hitam dengan tebal 4-5 mm, mempunyai banyak getah

Cabai (Capsicum sp)


Cabai terdiri dari banyak varietas, memiliki nama ilmiah Capsicum sp. Cabai berasal dari Amerika tropis, tersebar mulai dari Meksiko sampai  bagian utara Amerika Selatan, kemudian menyebar ke eropa dan asia. Di Indonesia, umumnya cabai dibudidayakan di  daerah pantai sampai pegunungan. Adapun varietas cabai yang digunakan dalam formula, yaitu:

Stroberi (Arbey)

Pemerian, klasifikasi taksonomi, kandungan nutrisi, gizi, manfaat dan khasiat stroberi
Gambar I.2 Stroberi (Fragaria x ananassa  L.)
1.1.            Stroberi (Arbey)
Fragaria vesca adalah stroberi yang tumbuh liar, ditemukan di eropa, asia, dan amerika utama. Jenis stroberi yang dibudidayakan adalah fragaria x ananassa, hasil persilangan di Eropa dari dua spesies F.virginiana dan F.chiloensis.

Wortel


1.1.            Wortel
Wortel merupakan salah satu jenis sayur yang mempunyai banyak kandungan nutrisi yang baik untuk kesehatan. Hal ini telah banyak dibuktikan melalui berbagai penelitian dan pengujian didalam maupun diluar negri.

Ciri Makroskopik dan Mikroskopik Simplisia (II)


Ilmu Farmasi : lihat juga : Ciri Makroskopik dan Mikroskopik Simplisia (I)

Ciri mikroskopis dan makroskopis simplisia atau Ciri Makroskopik dan Mikroskopik Simplisia part II antara lain :


18. Digitalis Folium (Daun digitalis)

a. Organolepis :
Warna hijau kehitaman, bau aromatik, rasa pahit
b. Makroskopik :

Daun coklat kehijauan, berserat kasar.

Ciri Makroskopik dan Mikroskopik Simplisia (I)


Ilmu Farmasi : Lihat juga : Ciri Makroskopik dan Mikroskopik Simplisia (II)

Ciri mikroskopis dan makroskopis simplisia atau Ciri Makroskopik dan